7 Kesalahan dalam Berpromosi yang Sering Dilakukan oleh Mompreneur






Moms, apakabar, nih? Tengkyu ya, masih ada yang tersesat di blog saya ini. Hahaa... Blog yang hampir tenggelam dalam mesin pencari. Kasihan...

Pasca pindahan antar pulau, saya mengalami perubahan aktivitas. Semua berubah total. Visi misinya pun mengalami perubahan yang sungguh berarti. Ciyus, lho... :)

Oke, untuk cerita pindahan, kapan-kapan saja ya! Anytime ...

Nah, baru-baru ini saya merasakan ketidaknyamanan dari seorang pebisnis online. Gak nyaman banget, sueerrr!! Mau tahu ceritanya? Cekidottt...


Waktu itu saya baru bangun pagi. Seperti biasa, saya lihat hp dulu sebelum beraktivitas (zaman now loh, ya). Tiba-tiba saya kaget. Grup WA saya bertambah. Seorang pebisnis online telah memasukkan saya ke dalam sebuah grup jualan. Saya lupa nama grupnya karena saat tulisan ini dibuat, grup itu sudah saya hapus. 

Tanpa pikir panjang, saya segera mencari tahu siapa adminnya. Dan ternyata nomor admin tersebut sudah pernah saya save, dengan nama 'Siapa Ini?'. Artinya, nomor tersebut juga sudah pernah memasukkan saya ke dalam grup jualan, sewaktu saya masih tinggal di Bogor. Serius, rasanya gemes banget sama pemilik nomor itu.

Bedanya, kalau yang baru-baru ini, isi jualannya tas branded dan sepatu aduhai. Moms, pasti tahu dong, tas branded itu banyak macamnya. Mulai dari merk, sampai kualitas. Bahkan, seluruh pilihan warna dari satu jenis tas pun di share dalam grup tersebut. Jadi, ngga heran, dalam tempo satu malam, jumlah gambar yang di share mencapai ratusan. Dan semuanya secara otomatis tersave dalam galery saya. Me-ra-naaaa.... Kejadian yang pertama beda lagi, produk yang dijual itu berupa pakaian wanita. Berbahan katun dengan corak batik gitu lha. 

Saya diinvite ke grup tanpa minta izin terlebih dahulu. Rasanya gimana gitu, ya. Si admin kok asal tarik orang? Kejadian pertama, saya langsung left grup tersebut. Nah, kalau kejadian yang kedua ini, saya kirim pesan ke grup menyatakan saya keberatan dimasukkan tanpa minta izin dulu. Kemudian saya chat secara pribadi ke admin, menyatakan ketidaknyamanan saya. Untung saja, si admin langsung meminta maaf. Sadar dia...

Moms, ada yang mengalami hal seperti saya, ngga? Atau sebaliknya, justru Moms yang mengejar target market tanpa ada say hello terlebih dahulu? Kalau iya, perlu banyak berdoa lagi Moms. Rezeki sudah diatur. Setiap bisnis yang kita jalankan ada jodohnya. Produk yang kita jual pun memiliki tuannya. Jadi jangan takut kehilangan pelanggan. Strategi promosi kita kurang tepat, ujung-ujungnya kita yang rugi. Sudah berapa orang yang kita buat tidak nyaman? Apakah orang tersebut mau mempromosikan bisnis kita ke orang lain kalau cara kita seperti ini? Padahal kita tahu, kan, teknik promosi yang paling mujarab itu adalah dari mulut ke mulut.

Bisnis online juga ada etikanya. Pebisnis yang memiliki atitude baik, pasti akan dicari calon pelanggan. Benar, kan?

Moms, please, jangan lagi kita melakukan kesalahan seperti ini. Lakukanlah promosi yang baik. Hargai kenyamanan setiap orang. Kita semua tahu, media sosial adalah lapak terbaik untuk kita dalam menjalankan bisnis. Jadi, sekali kita melakukan kesalahan, akan besar dampaknya untuk kelangsungan bisnis kita.

Nah, sebenarnya apa saja sih kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pebisnis online? Yuk, kita simak 7 poin dibawah ini. Ceileeee *berasa jadi pebisnis handal eeaaaaa

1. Oh, ada target! Invite ke grup, ah!
Kejadiannya sama seperti cerita saya diatas. Sudah jelas, ya. Lihat nomor WA bertaburan di sebuah grup, eh..langsung asal comot dan masukkan ke grup baru. Trus, karena ada member baru di grup, langsung deh share gambar jualan sebanyak-banyaknya. Tragis!

2. Tag sana-sini. Biar kayak pasar beneran.

Moms, tahu kan, kalau kita mau jualan martabak, trus masang tenda di halaman orang, kita kudu bayar sewa lapak dulu? Sama halnya dengan facebook. Walaupun teman kita tidak pernah minta bayar, tapi yang namanya jualan di lapak orang itu mengganggu sekali. Kita nyetatus sambil berusaha meyakinkan orang lain bahwa bisnis kita anti bangkrut, trus kita tag sampai ratusan nama. Kebayang ngga, betapa tidak kreatifnya kita?

Syukur saja kalau yang kita tag tidak merasa terganggu. Tapi kalau ternyata yang kita tag itu wanita lagi PMS, gimana coba? So, jualanlah di lapak masing-masing.

3. Ngejual banget

"Obat ini bisa menyembuhkan penyakit apapun!!! Kanker, kista, diabetes dan banyak lagi! Kalau minum obat ini kamu pasti sembuh. Cepat hubungi saya ya, sekarang!!!!!!! Hubungi segera no ini 098765432. Jangan terlambat, nanti Anda akan menyesal!!!"

Please, mulai sekarang kalau nyetatus produk, tanda serunya dikurangi ya, Moms. Kenyataannya, contoh status diatas masih banyak dilakukan para Mompreneur saat ini. Sekarang itu zamannya soft selling, Moms. Touch them with heart. Saat ini sudah banyak training online yang mengajarkan cara membuat status cantik. Dengan adanya status cantik ini, pembaca justru lebih enjoy dan penasaran dengan bisnis kita. Betul ngga?

Tentang soft selling, anytime akan saya share ya...

4. Share testimoni punya orang
Nah, ini nih....gambar produk atau testimoninya sudah di edit beberapa kali. Trus, biar orang-orang yakin dengan produk yang kita jual, kita berjibaku nge-share  screenshoot testimoni sebanyak-banyaknya. Sampai-sampai testimoni orang lain pun kita share. Yaa, sambil diedit sedikit lah, biar ngga ketauan 'nyolong'.


Hal seperti ini bisa mengurangi kepercayaan orang pada bisnis kita. Kalau pun Moms pengen share testimoni dari pengalaman orang lain, jangan lupa beritahu juga sumbernya. Jadilah pebisnis yang jujur!

5. Typo

"Bs mnYmbhkn brgAm pnykit. Skt struk, gla, malria, tpus,lgsg smbh brkt obt ini. Bs jg utk bt krus.bdn sht spnjg hr.tnpa efk sampng. dlAm wkt 24 jm pnYkt and sgr smBh.psn sKrg jg!! 1 btl 500rebu. Bli 3 btl grts ongkr. Sgra hubgi 08333477722."

Moms, gimana rasanya membaca tulisan seperti itu? Pediiihhhh.... 

Apa sih susahnya menulis dengan baik? Toh, kita juga sudah mendapat pengetahuan dasar cara menulis yang baik sejak duduk di bangku sekolah. Tidak harus pas banget dengan EYD. Minimal enak dibaca, lah! Kalau status promosi kita seperti itu, yang ada calon pelanggan kita kebingungan. 
Dan, faktanya, ponsel zaman sekarang kan sudah pintar semua. Bukan seperti tempo doeloe yang masih menggunakan tombol numerik. Mau ketik huruf 'B' saja harus menekan angka 1 sebanyak dua kali. Itu masih huruf lho, Moms, belum lagi kalau kita mau menggunakan tanda baca, nyarinya pasti lamaaaa.

Oke, sekali lagi saya tidak mengatakan bahwa kita harus menulis status sesuai dengan EYD. Yang mau saya tekankan adalah, tulislah menjadi status yang menarik. Misalnya, nih, 'tas cantik' diubah menjadi 'tas syantiikkk'. Atau, kalau mau menulis kata ' kamu' diganti menjadi 'kamyuuuuuu..' Tenang saja, bu guru di sekolah ngga bakalan marah, kok.

6. Maksa
Ini jelas sekali gambarannya, ya, Mom. Kita semua tidak suka dipaksa. Jadi, jangan pernah memaksakan bisnis kita kepada orang lain. Berkali-kali nginbox, mengajak gabung padahal yang dituju sudah mengatakan tidak. Kita mau menjalankan bisnis pasti karena kita memiliki ketertarikan dengan bisnis tersebut. Kita membutuhkan bisnis itu. So, kalau kita sudah berjuang banget mau mengajak si Mbok masuk bisnis kita, sekali si Mbok bilang tidak tertarik, yah cukupkanlah! Dilain waktu, kalau tiba-tiba si Mbok ikut penasaran dengan bisnis yang kita jalankan, si Mbok pasti colek kita, kok. Percayalah, Mom!



7. Ngomongin bisnis ramah banget, ee bahas yang lain malah 'say good bye'

Kasus 1 

"Mba, tinggal di Bogor, ya? Tahu Cilebut di mana?"
"Ngga"

Ceritanya, nih, si penanya chat seorang pebisnis online karena tahu yang bersangkutan tinggal di Bogor. Ee, orang yang ditanya malah jawab singkat. Padahal kan, bisa bilang, 'Kurang tahu saya, Mba. Pernah ke Cilebut sih, tapi sama suami'. Kira-kira kalau jawabannya seperti ini, yang nanya tadi perasaannya gimana? Enjoy, dong!

Kasus 2

"Apakabar, Bu? Sukses bisnisnya sekarang, ya. Bu, saya lagi butuh bantuan, ibu tahu ngga cara masak donat yang enak?"
"Ngga"

Ini sedikit memprihatinkan. Si penanya chat seorang pebisnis online yang kecepatan nyetatusnya itu mengalahkan jet. Hihiii... Diawali dengan menanya kabar, tapi kenapa yang ditanya tidak mau berbasa-basi? Kan bisa bilang, 'Kabar baik, Mba. Maaf, saya kurang tau'. Kalau begini menyenangkan, bukan?

Kasus 3

"Mba, sibuk ya sekarang? Enak banget Mba jalanin bisnis kayaknya."
"Hai, Mba Claudia Sintia Bella, apakabar? Iya, nih, aku lagi fokus jalanin bisnisku. Enak banget, lho, Mba, bisa dikerjakan di rumah...bla..bla...bla..."

"Oh, ya?"
"Iya, Mba. Aku sudah dapat bonus tak ternilai, padahal kerjanya santai. Tiap hari ada aja inovasi di bisnisku..bla...blaa..."cerita panjang lebar tanpa diminta.
"Ooo.."
"Bisnis ini anti bangkrut, Mba. Nenekku, kakekku, opaku, semua sudah ikut bisnis ini, bla...bla.."
"..."

Dengan bahagianya si pebisnis online menjelaskan deskripsi bisnisnya. Yang nanya cuma bisa bilang, 'oo'. Ramah banget, ya, kalau disinggung soal bisnis.

Moms, jangan dong seperti ini. Kalau ada yang butuh informasi dari kita, jika kita memang tidak mengetahuinya, katakan dengan sedikit basa-basi. Walaupun yang ditanya tidak berkaitan dengan bisnis yang kita jalankan, feel free saja untuk menanggapi secara positif. Kita tidak tahu kan, keramahan yang kita jalin bisa saja terekam dalam ingatan si penanya. Mungkin saat itu dia tidak tertarik dengan bisnis kita, tapi mungkin saja ada orang terdekatnya membutuhkan kita sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

Jadi, ramah itu bukan hanya kepada orang yang nanya bisnis kita saja, tapi buat hal yang lain.

Bagaimana, apakah Moms pernah melakukan salah satu atau hampir keseluruhan poin di atas? Coba kita evaluasi kembali.
---
Tulisan ini tidak menyinggung siapapun. Saya juga pernah terjun ke bisnis online, nyetatus ngga jelas, nge-tag sana sini. Ya, saya pernah melakukan hal tersebut. Dan baru sadarnya sekarang. Hahaa.. Beberapa poin diatas saya tulis berdasarkan pengalaman dan riset. Pengalaman bisa dari dua segi, saya sebagai pebisnis, dan saya sebagai target marketnya. Well, jangan ada yang baper ya, Mom.

Komentar