Tahun Baru dan Sebuah Resolusi Pengobat Rindu, #My2018Resolution





"Selamat tahun baru, Bapak.."

Tiba-tiba hati ini merasa sedih. Sebentar lagi tahun berganti. Di tahun yang baru nanti, kalimat tersebut tidak akan pernah lagi terucap. Ya, sekalipun saya mengucapkannya, tidak akan ada lagi jawaban, ‘Selamat tahun baru juga, Nak..’

Biasanya, setiap pergantian tahun, di jam 00.00 dini hari, saya dan keluarga selalu berkumpul. Kami mengadakan doa bersama untuk mengucap syukur karena telah diberi kesempatan untuk tiba di tahun yang baru. Setelah doa bersama, bapak selalu memberikan nasehat untuk kami, anak-anaknya. Banyak petuah dan harapan yang disampaikan bapak kepada kami.

Dan tahun 2017 ini adalah tahun terakhir kami menikmati kebersamaan itu. Bapak sudah lebih dahulu dipanggil Tuhan. Tepatnya di bulan Mei 2017 lalu. Rasa sedih itu berkecamuk saat melihat bapak berjuang melawan sakitnya.

Kami anak-anaknya berusaha terus membawa bapak berobat. Menjaganya di masa-masa perawatan. Menghiburnya disaat ia terbaring lemah. Dalam hati saya berseru,’Tuhan, izinkan kami untuk boleh bersama-sama lagi, berkumpul di rumah menikmati pergantian tahun nanti’.

Namun, Tuhan punya kehendak lain. Kami harus mengikhlaskan kepergian bapak. Dan pergantian tahun baru yang tinggal beberapa hari nanti menjadi moment pertama kami tanpa bapak.

Tentang Keinginan yang Belum Terwujud

Ya. Ada satu keinginan bapak yang belum bisa saya penuhi. Di masa hidupnya, bapak ingin sekali melihat saya kembali bekerja. Tetapi bekerja bukan untuk menjadi karyawan biasa, seperti yang pernah saya jalani sebelumnya.

Bapak ingin sekali saya bisa membuka praktek mandiri. Sesuai dengan pendidikan terakhir saya di bidang kesehatan. Bapak yakin, di mana pun saya berada, banyak masyarakat yang akan membutuhkan saya.

Suatu waktu saya pernah pulang ke rumah. Bapak menyuruh saya membawa obat-obat yang dimilikinya.

“Ini ada obat bapak. Banyak. Bawalah, siapa tahu ada pasienmu di sana yang membutuhkan.”

Begitu kata beliau. Bapak memiliki riwayat penyakit diabetes dan asma. Terkadang, ada keluhan-keluhan lain yang muncul. Tidak heran kalau Bapak sering kontrol ke dokter. Obat-obat  yang di terima dari dokter, ada yang habis dalam beberapa hari dan ada yang tidak. Beberapa memang sengaja diberi dalam jumlah banyak untuk stok. Dan obat itulah yang diminta bapak untuk saya bawa.

Saat itu saya hanya bisa tersenyum. Saya belum mempunyai pasien di tempat tinggal saya. Namun, obat itu tetap saya bawa. Bapak begitu semangat saat melihat saya membungkus obat-obatnya ke dalam plastik. Dan saya tidak mau wajah bahagia itu tiba-tiba berubah.

Saat kembali ke perantauan, obat itu saya simpan. Saya menyadari, keinginan bapak sangat besar untuk saya. Saya meyakinkan diri sendiri, suatu saat keinginan ini akan terwujud.

Sebuah Resolusi di Tahun 2018; Buka Praktek Mandiri

Nah, pada bulan desember ini, tepat satu tahun saya berada di Jambi. Di mana sebelumnya saya adalah seorang warga Bogor.  Kemudian pindah ke sebuah desa kecil yang ada di Jambi dan meninggalkan keriuhan di kota besar.

Merintis sebuah investasi bersama suami--sebut saja begitu, itulah yang menjadi alasan kami. Banyak yang berdecak kagum atau terheran, mengapa saya mau dibawa ke desa kecil ini. Berbagai respon positif telah saya terima. Bahkan tidak sedikit yang menyayangkan keputusan saya.

Namun, inilah perjalanan hidup. Pilihan ada di tangan kita. Manusia berencana dan Tuhan yang mengizinkan. Saya percaya, ada rencana besar yang Tuhan sediakan untuk saya dan keluarga kecil.

Kami tinggal di sebuah lokasi yang sangat jauh dari kota. Kami harus menempuh perjalanan yang berliku dan naik-turun untuk tiba di rumah. Jalanan berbatu, dan sebagian lagi banyak lumpur. Yang pasti, badan akan terasa pegal dan mudah lelah jika menempuh perjalanan seperti ini.

Situasi jalanan yang harus ditempuh. Ini adalah jalan yang masih muda dilewati.


Bulan pertama saya di sini, ada seorang ibu yang datang membawa suaminya minta disuntik. Kakinya luka dan bengkak karena jatuh dari motor. Namanya masyarakat awam, sakit sedikit tahu nya langsung minta disuntik.

Saya sama sekali tidak mempunyai stok obat di rumah, kecuali obat untuk bayi saya. Saya menyampaikan maaf kepada ibu tersebut karena tidak dapat membantunya. Beberapa bulan kemudian, ada lagi yang datang minta untuk diperiksa. Dan lagi-lagi saya minta maaf.

Keadaan seperti ini membuat saya menjadi kasihan. Fasilitas kesehatan sangat jauh dari tempat saya tinggal. Sementara masyarakat harus mendapat pengobatan dengan cepat. Mau tidak mau mereka harus keluar menempuh perjalanan berkilo-kilometer. Bisa kita bayangkan, bagaimana badan yang lemas terpaksa harus keluar, hanya untuk mendapat pengobatan.

Sampai suatu ketika ada yang bilang, ‘Bu, buka prakteklah. Kita jauh kali kalau mau berobat.’

Saya mengerti apa yang menjadi harapan mereka. Namun disisi lain, saya sendiri bingung. Saat itu saya tidak mempunyai dana untuk mengurus izin  praktek dan segala keperluannya. Kami baru pindah, uang simpanan sudah habis digunakan untuk ongkos dan kebutuhan lainnya. Dan ditempat yang baru, kami membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk usaha yang dirintis. Bagaimana lagi dana untuk membuka praktek?

Belum lagi saya memiliki putra yang masih bayi, yang harus mendapat perhatian penuh. Ditambah perjalanan keluar dari lokasi saya bukanlah dekat. Untuk menempuh perjalanan pulang pergi dalam satu hari  harus memiliki stamina yang kuat. Dan saya belum berani membawa motor sendirian di jalan seperti itu.

Beberapa pertimbangan tersebut akhirnya saya tepis. Saya berusaha menciptakan pikiran positif. Di jalani dulu prosesnya, baru kita tahu kendala sebenarnya seperti apa. Dan dari kendala tersebut, kita akan mencari tahu solusinya.

Akhirnya, berkat dukungan dari keluarga, saya pun berniat untuk mengurus izin praktek. Mulai dari melengkapi berkas, hingga menemui organisasi profesi setempat. Satu persatu, tahapan demi tahapan saya kerjakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Dan di akhir desember ini, proses yang saya hadapi hampir rampung. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan diawal Januari.

Saya merasa lega. Semoga di tahun 2018 nanti, saya sudah menerima izin tertulis dari dinas. Jika boleh berkhayal, saat menjalani proses ini, ingin rasanya bertukar pendapat  dengan Bapak. Beliau pasti senang dengan semua ini.  

Siapkan Energi, Siapkan Vitamin yang Bagus untuk Mempercepat Masa Penyembuhan

Siapkan #Theragran-M agar aktivitas berjalan lancar
Artinya, di tahun 2018 nanti saya harus lebih strong. Keluar dari zona nyaman yang selama ini saya nikmati. Yang pasti, tidak lagi mengandalkan suami, menjadi driver untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan saya. Saya harus  lebih mandiri. Bawa motor sendiri di jalanan yang bergelombang dan berbatu.

Untuk sampai ke jalan beraspal, biasanya saya menempuhnya selama 70 menit. Dan untuk satu perjalanan pulang pergi, waktu yang dibutuhkan 2 jam 20 menit. Ini masih urusan perjalanan ke jalan aspal ya. Belum lagi yang lainnya.

Dan setiap saya menempuh perjalanan ini, bisa dipastikan, keesokan harinya badan mulai lemah. Pusing, mual, capek, semua terasa. Kondisi ini akan membuat saya mudah sakit. Pekerjaan rumah menjadi berantakan. Hal  ini tentu saja akan semakin mengganggu aktivitas lainnya. Jadi, kalau sakit jangan lama-lama.

Nah, untuk mengatasi kondisi seperti ini, ada yang wajib saya persiapkan. Saya membutuhkan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Theragran-M menjadi pilihan saya. Mengapa harus Theragran-M?

Tubuh kita membutuhkan nutrisi setiap hari. Apabila kebutuhan nutrisi, vitamin dan mineral harian tidak dapat terpenuhi melalui makanan kita sehari-hari, maka kita membutuhkan asupan dari sumber lain yaitu suplemen. Theragran-M adalah suplemen yang memiliki kombinasi multivitamin dan mineral yang mampu meningkatkan dan mengembalikan daya tahan tubuh.

Dengan padatnya aktivitas saya di tahun 2018 nanti, saya tidak perlu takut akan kondisi kesehatan. Sebagai ibu rumah tangga yang sedang merintis suatu usaha, saya harus lebih memperhatikan nutrisi untuk keluarga saya. Tidak hanya itu, kondisi kesehatan masyarakat di lingkungan saya juga akan menjadi prioritas saya nantinya. 

Apabila tubuh sudah jatuh sakit, Theragran-M dapat diminum 1 kaplet dalam sehari. Dalam kondisi tersebut, kita sangat membutuhkan vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit. Dan jangan lupa untuk konsumsi air putih serta istirahat yang cukup.



Yes. Kita semua ingin tetap sehat. Tubuh yang sehat akan membuat kita semangat dalam beraktivitas. Kerjaan lancar, maka kebahagiaan akan berpihak pada kita. :)

Sebuah resolusi yang menjadi pengobat rindu untuk bapak. Sebuah doa dipanjatkan agar telaksana apa yang dimimpikan. Berharap semua dapat terwujud. Karena saya yakin, beliau akan melihat apa yang sedang diperjuangkan putrinya.

'Selamat tahun baru, Pak...



Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.
                                           

Komentar

  1. Menjadi seorang perawat utk masyarakat. Superrrr sekali. Semoga berkah mbak 👍

    BalasHapus
  2. Iya ya tidak terasa akan melewati tahun 2017... Masih banyak yang belum terwujud di tahun ini mudah-mudahan terwujud tahun depan Amin...

    BalasHapus
  3. Selamat natal fan tahun baru adek kk.. Gbu

    BalasHapus
  4. wah perjalanan daratnya memang butuh perhatian pemerintah setempat ya,,

    aku pun di 2018 ini berharap selalu sehat, rejeki lancar dan banyak jalan-jalan. h hehe

    BalasHapus
  5. Semoga dilancarkan segala resolusi yang mulia mbk :)

    BalasHapus
  6. Mulia sekali resolusi 2018nya.. Bismillah.. Semoga tercapai ya mbak Resolusi 2018nya, segala niat baik inshaaAllah dimudahkan oleh Allah SWT ya.. Aaaaaminnn

    BalasHapus
  7. Semangatt mbaa.. Kalo niat baik pasti ada jalannya.. Semoga dimudahkan untuk membuka praktek mandirinya ya mba..

    BalasHapus
  8. aku merinding bacanya mba,,, terharuuu semoga segera terealisasi ya mba untuk bisa buka praktek mandiri..

    untuk tujuan baik semoga selalu dimudahkan

    BalasHapus
  9. Selamat Tahun Baruuuuu... Semoga resolusi kita terlaksana dan bermanfaat. Aamiin..Sehat-sehat terus yaaa

    BalasHapus

Posting Komentar